Header Ads

Bandung Carnival Land

Beberapa hari setelah saya pindah kos, ada beberapa orang teman yang katanya ingin turut serta dalam acara penginapan perdana di kos saya. Saat merasa bosan di kos, kami berniat mencari tempat yang asyik buat sekadar nongkrong atau jalan-jalan. Agak bingung sih, lantaran sekitaran kos yaaa ... ke mana lagi kalau bukan mal yang bisa ditemuin di setiap sudut kota Bandung. Tempat wisata juga gak banyak pilihan. Tapi, tiba-tiba saya ingat sebuah tempat yang selama ini sering orang sebut sebagai "Dufan-nya Bandung". Namanya Bandung Carnival Land alias BCL. Kebetulan letaknya tidak jauh dari tempat saya ngekos, yaitu di Karangsetra. Berhubung belum pernah ke sana, jadilah kami pergi ke BCL untuk pertama kalinya.

Gerbang Utama BCL

Kami pun tiba di Bandung Carnival Land (BCL) yang berada di satu kompleks dengan Waterboom Karangsetra, di Jalan Sirnagalih No. 15. Parkir yang disediakan cukup luas. Harga tiket masuknya Rp 35.000 ribu untuk weekday dan Rp 45.000 untuk weekend. Dengan harga tiket yang jauh lebih murah dari Trans Studio Bandung (Rp 150-250 ribu), saya jadi penasaran perbandingan kedua wisata wahana tersebut. Setelah membeli tiket, kami diberikan gelang yang harus digunakan selama berada di BCL. Dan, kami pun masuk ke gerbang yang sangat tinggi. Petualangan pun dimulaiiii ....

Setelah masuk gerbang BCL yang tinggi, harapan kami adalah melihat dunia imaginer khas Dufan atau TSB yang dipenuhi banyak wahana futuristik. Tapi lain halnya dengan BCL. Pas pertama kali masuk, kami hanya bisa melongo berhubung tempatnya yang tidak begitu luas, dapat disapu oleh satu kali pandangan mata. Beberapa wahana sesuai petunjuk yang ada yaitu Sepeda Udara, Mangkok Tsunami, Sinema 4 Dimensi, Ulat Terbang, Rumah Hantu, Mobil Gila, Junior Aviator, Kursi Terbang, Kora-kora, dan Rumah Kaca. Semua wahana berdampingan. Benar saja, jangan harap kora-kora sebesar dan seheboh Dufan. Jangan berpikir ulat gila itu ala Racing Coaster-nya TSB. Kesan pertama, saya malah merasa hendak menikmati wahana ala pasar malam yang sekali naik wahana cuma goceng alias 5 ribuan.

Tapi, nasi sudah encer alias jadi bubur. Kami berusaha menikmati jalan-jalan dadakan ini dengan suka cita *agak maksa* :mrgreen: Ada beberapa wahana yang lumayan menghibur. Misalnya, sepeda udara, yaitu mengendarai sepeda di atas ketinggian lebih dari 5 meter mengelilis kompleks BCL. Yah, bagi yang takut ketinggian tetap bisa macu adrenalin. Ada juga kursi terbang yang lumayan mirip dengan Dufan dan sensasinya juga lumayan terasa. Ada juga mobil gila atau bombom car yang juga menarik meski waktunya cuma sebentar. Kekecewaan bertambah setelah tahu wahana Sinema 4 Dimensi ditutup karena sedang perbaikan. Padahal kami pikir, wahana itu yang bisa menggantikan harga tiket yang telah kami beli hehehe *tetep itung-itungan* Sedangkan wahana lain seperti Ulat Gila, Kora-kora, Mangkok Tsunami hanya bisa bikin kami berkata .... "oooh" *kalem*

Tapi ... ada satu wahana yang paling memacu adrenalin dan cukup memuaskan. Yaitu, rumah hantu! Bagi yang suka wisata horor, rumah hantu BCL cocok buat uji nyali. Buat yang satu ini, boleh saya bilang kalau rumah hantu ala BCL lebih baik dibanding Dunia Lain, wahana hantu-hantuan ala TSB. Kalau di TSB, kita dibuat berjarak dengan si hantu karena kita menggunakan kereta dan juga, terlihat beberapa hantu digerakkan oleh mesin. Tapi, di BCL, rumah hantunya terasa lebih natural dan benar-benar kita bisa rasakan sensasi menjelajah suasana horor ala Indonesia. Ada pocong, kuntilanak, tengkorak, rumah sakit angker, pemakaman, yang semuanya sangat dekat, bahkan tiba-tiba muncul di samping kita. Wiiii, saya aja nyesek tingkat ababil.

Rumah Hantu ala BCL
Gentayangan di atas becak
Dan, semuanya berakhir hanya sekitar tiga jam. Sayangnya lagi, semua wahana tidak dapat dimasuki berkali-kali seperti Dufan atau TSB. Paling banyak juga dua kali. Selain itu, untuk kebutuhan makanan, di sana tersedia food court yang kecil. Kebersihan sarana seperti toilet juga kurang terawat dengan baik. Sebelum angkat kaki, kami sempat memuas-muaskan diri dulu dengan mengelilingi dan berfoto di beberapa sudut BCL yang memang menarik, seperti taman lampion yang katanya kalau malam menyala indah. Ada juga lorong dengan lampu-lampu cantik serta rumah kaca yang sangat kecil.

Yeah, akhirnya wisata dadakan nan singkat pun berakhir dengan kesimpulan: cukstaw, cukup tau aja! :mrgreen: Tapi, BCL bisa dijadikan tujuan berwisata bagi kamu yang ingin merasakan sensasi hiburan dengan tiket yang cukup murah. Bombomcar, Sepeda Udara, Rumah Hantu, dan Kursi Terbang bisa jadi wahana pilihan yang menghibur. Jangan lupa tanyakan terlebih dahulu, apakah semua wahana beroperasi atau tidak, seperti Sinema 4 Dimensi. Apalagi, rasanya Sinema 4 Dimensi justru yang "menjual" di antara sekian banyak wahana di BCL dengan harga tiket yang murah tersebut.

3 komentar:

  1. kenapa ya, setiap baca BCL keinget artis indonesia hahahaha happy trip kang

    BalasHapus