Header Ads

Tegal Laka-laka: Superpositive Traveling (Part 3 - End)

Setelah seharian basah-bahasan berwisata air, menikmati suasana malam alun-alun Tegal, dan hunting foto di kota tua bareng orang-orang baru yang menyenangkan, Sabtu malam, saya pun datang ke lokasi camping Gabungan Pecinta Lingkungan (GPL) Tegal di Pantai Muarareja.

Saya datang dengan Mas Taufik dan Mas Shofyan. Kita datang sekitar jam 10-an malam. Menuju Pantai Muarareja harus melalui permukiman dan lahan bakau terlebih dahulu. Di lokasi, kita mendatangi tenda Komunitas Aksi Sobat. Di sana sudah ada Mas Tanto, Mas Prio, Mbak Izza, dan beberapa punggawa Komunitas Aksi Sobat lainnya. Perkenalan lagi sesi sekian kalinya. Di sana kita ngobrol-ngobrol dulu dan nyanyi-nyanyi pakai gitar.

Di sekitar tenda kita, banyak tenda lain yang juga berasa dari komunitas-komunitas lain se-Tegal. Mas Tanto dkk minta saya untuk ikut camping malam itu. Mas Taufik sepertinya 50:50 antara pengen camping atau bawa saya pulang ke rumahnya :mrgreen: Akhirnya, saya bilang gak bisa camping dan milih pulang. Padahal, mereka bilang sayang melewatkan sunrise di Pantai Muarareja.

Anaknya tuh pecinta alam banget. Ngumpul-ngumpul di pantai sambil nyanyi-nanyi :D
Setelah melewati malam dengan teman-teman baru yang asyik, saya mulai merasa butuh recharge energi. Maklum, semakin berkumpul dan bertemu orang, energi saya malah suka terkuras habis. Apalagi sudah hampir tengah malam. Jam biologis saya emang ala anak mama, gak bisa tidur terlalu malam :mrgreen: Saya mulai kode-kode ke Mas Taufik untuk balik. Setelah beberapa menit, akhirnya saya pun meminta Mas Taufik untuk pulang. Tampaknya Mas Taufik masih betah. Duh maafkan tamumu ini, Mas haha :lol: Kita pun berpamitan. Teman-teman di sana mewanti-wanti jangan sampai saya melewatkan sunrises di pantai. Saya pun iyakan dan berjanji datang sangat pagi.

Saya dan Mas Taufik pun meluncur ke rumah Mas Taufik. Istirahatlah kami malam itu.

Pagi hari, sesuai janji, saya berencana datang lebih pagi untuk menyaksikan sunrise. Namun, apa daya, gaya gravitasi di kamar Mas Taufik ternyata lebih berat dibanding belahan bumi yang lain. Saya tercengkeram selimut dan dinginnya Adiwerna. Mas Taufik tampaknya tak berdaya melihat tamunya begitu pemalas. Padahal, lagi-lagi jam biologis saya sudah paham: bila tidur terlalu larut, maka saya perlu tidur pembalasan untuk membayar utang :mrgreen:

Singkatnya, saya dan Mas Taufik kembali ke Pantai Muarareja sekitar jam 9-an. Begitu sampai lokasi, acara inti pun ternyata sudah dimulai. Semua orang dari berbagai komunitas yang tergabung dalam GPL sudah mulai menyebar. Masing-masing membawa trash bag. Ada yang sendiri, ada pula yang berdua dan berkelompok. Begitu menghampiri teman-teman dari Aksi Sobat, ternyata mereka kedatangan tamu baru dari Jakarta, yaitu Mas Theo dari salah satu NGO di bidang lingkungan gitu. Orangnya heboh dan bikin rame.

Lihatlah dan bukalah mata hatimu. Melihatnya lemah terluka. Namun semangatnya tak kan pernah pudar. Hingga ... Tuhan kan berikan jalan.

Berbagai cara kampanye lingkungan anak muda Tegal.
Mas Taufik sigap mengambil trash bag, saya pun mengikuti. Jadi, saya dan Mas Taufik langsung turun tangan menyusuri Pantai Muarareja untuk pungut sampah dan bersih-bersih. Kegiatan seperti ini adalah kegiatan pertama yang saya ikuti, gabung dengan berbagai komunitas untuk membersihkan satu kawasan. Sambil menyusuri pantai, Mas Shofyan yang bertugas sebagai dokumentator mengambil foto. Ada juga beberapa aksi komunitas lain yang mengampanyekan hidup bersih dengan berbagai kreativitas, seperti memakai pakaian daur ulang dan cost play dengan menggunakan barang bekas.

Acara pun selesai sekitar pukul 11.00. Selepas acara, panitia inti mengumpulkan massa untuk refleksi dan evaluasi. Kebetulan pula, acara tersebut dikunjungi oleh Si Nok dan Si Tong Kabupaten Tegal, mojang-jajaka-nya Kab. Tegal. Acara berlangsung seru. Ternyata anak muda Tegal yang tergabung dalam berbagai komunitas itu asyik-asyik, kreatif, dan inovatif. Kayak Mas Tanto yang menunjukkan demo cara membuat kantung belanja dari T-Shirt bekas.

Ketemu Couchsurfer Tegal: Mas Taufik (kiri) dan Mas Khalid (Kanan)

Couchsurfing Tegal dan Komunitas Aksi Sobat Tegal

Evaluasi Pascaacara
Akhirnya acara pun ditutup dengan komitmen dari seluruh peserta untuk menindaklanjuti acara tersebut dengan aksi serupa di waktu selanjutnya. Saya pun diundang kembali untuk gabung dengan komunitas GPL ini. Wah, tawaran menarik. Mana bisa saya lupa traveling kali ini!

Pulang acara GPL, saya pun berpamitan kepada semua, termasuk Mas Taufik. Berhubung Senin keesokan harinya, saya harus mulai kembali bekerja. Teman-teman di sana pun menawarkan diri untuk mengantar saya. Katanya, sebelum pulang, kita harus makan siang bareng-bareng dulu. Katanya lagi, saya harus mencicip makanan khas Tegal lain yang belum diicip. Wah, saya jadi terharu dan tersanjung, hehe. Ternyata teman-teman di sini menaruh perhatian ke saya *lebay* Saya sangat respek dengan kebaikan semuanya.

Akhirnya, kita semua (saya , Mas Taufik, Mas Khalid, Mbak Rizki, Mbak Izza, Mas Theo, Mas Shofyan) sepakat menuju Alun-alun Tegal untuk makan sauto, soto khas Tegal yang katanya dicampur tauco. Wah, ternyata ada tauco di Tegal. Kebetulan, sebagai orang Cianjur yang khasnya juga tauco, saya emang doyan makan tauco. Mas Tanto dan Mas Prio gak bisa ikut karena harus mengurusi pascaacara. Kita pun berangkat dan mampir terlebih dahulu di rumah Mbak Rizki buat shalat zuhur dan memindahkan foto dari kamera Mas Khalid.

Setelah selesai shalat zuhur, sebetulnya teman-teman ngajak saya ke Guci lagi karena Mas Theo kebetulan pengen banget ke sana. Tapi, apa daya, saya harus cepat-cepat bergegas menuju Bandung. Setelah makan sauto yang katanya khas Tegal ini (dan ternyata super enak!), saya pun berpamitan dengan semua. Kita berpencar di alun-alun menuju tujuan masing-masing. Saya diantar Mas Taufik ke tempat oleh-oleh Tegal, lalu ke terminal Tegal dan naik bis Sahabat menuju Bandung.

Sauto Tegal: Soto plus Tauco

Kumpul bareng teman-teman baru Tegal. Pada gokil dan pecah semuanya :D
Akhirnya perjalanan saya di Tegal pun berakhir. Kenapa saya buat sampai tiga bagian di blog, soalnya menurut saya, solo(traveling) kali ini adalah traveling paling pecah! Soalnya, saya gak cuma jalan-jalan doang nikmatin tempat baru. Baru kali ini pula, sambil ngetrip, ketemu temen Couchsurfing, sekaligus terlibat dalam gerakan sosial dan ketemu banyak temen baru dalam 2 hari! Yah, buat orang introvert macam saya, bisa kenal banyak orang baru dalam 2 hari dan langsung punya chemistry adalah prestasi membanggakan haha :lol:

Gak lupa, special thanks saya buat Mas Taufik yang banyak memberikan inspirasi. Dan, surprise-nya, selang beberapa bulan setelahnya, ternyata Mas Taufik dan Mbak Izza menikah. Wah, gak ketahuan pacaran nih orang, tau-tau nikah. Subhanallah sekali, kan? :D

Sampai berjumpa lagi, Tegal Laka-laka di superpositive traveling selanjutnya :)

Tidak ada komentar